Pengalaman Unik di Kawasan Pantai Indah Kapuk. Ajang Putera Puteri Pelajar Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi pelajar berprestasi dari berbagai daerah. Tahun ini, ajang tersebut juga memberikan pengalaman yang berbeda dengan mengajak para finalis menikmati destinasi menarik di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Salah satu lokasi yang paling diminati adalah Batavia PIK.
![]() |
| Para finalis Putera Puteri Pelajar Indonesia 2026 saat menikmati salah satu destinasi di PIK. Foto: Dokumentasi PIK |
Kawasan dengan konsep heritage entertainment ini memberikan pengalaman baru bagi para peserta karena menggabungkan unsur budaya, kuliner, ruang publik, dan suasana tepi laut. Para finalis merasakan atmosfer PIK yang kini berkembang sebagai destinasi anak muda dan keluarga. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mereka tidak hanya mengikuti agenda kompetisi, tetapi juga menjelajahi daya tarik wisata dan budaya yang ada di kawasan PIK.
Salah satu finalis, Daiva Widyara Alexandra, mengaku terkesan dengan suasana PIK. Finalis dari DKI Jakarta ini menyebut bahwa PIK menghadirkan pengalaman yang berbeda karena memiliki ruang publik yang dekat dengan kebutuhan generasi muda. "PIK punya suasana yang menyenangkan untuk pelajar. Kami bisa berkumpul, bertukar cerita, belajar budaya, dan menikmati tempat yang tertata dengan baik," kata Daiva.
Daiva mengatakan pengalaman mengunjungi PIK membuat para finalis lebih mudah membangun kedekatan. Karena mereka datang dari daerah yang berbeda dan memiliki latar belakang yang beragam, pengalaman ini membantu mereka saling mengenal. "Di sini kami tidak hanya berkompetisi. Kami juga belajar saling mengenal. Itu yang membuat pengalaman Putera Puteri Pelajar Indonesia 2026 terasa lebih bermakna," ujarnya.
Putera Puteri Pelajar Indonesia 2026 merupakan ajang pemilihan duta pelajar tingkat nasional. Ajang ini memberi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan komunikasi, wawasan, bakat, kepribadian, dan kepedulian sosial. Dalam proses pemilihan itu, para finalis tidak hanya dituntut tampil percaya diri, tetapi juga perlu menunjukkan sikap, etika, dan kemampuan membawa pesan positif kepada pelajar lain.
Oleh karena itu, pengalaman berada di PIK menjadi bagian dari proses pembelajaran. Para finalis dapat melihat langsung bagaimana sebuah kawasan publik dapat menjadi ruang yang hidup, aman, dan nyaman bagi banyak kalangan. Batavia PIK memberi warna tersendiri dalam rangkaian kegiatan tersebut. Nuansa kota lama yang dipadukan dengan konsep modern membuat kawasan ini mudah menarik perhatian finalis. Banyak peserta melihat lokasi ini sebagai tempat yang cocok untuk mengenalkan budaya kepada anak muda dengan cara yang lebih segar.
Selain Batavia PIK, kawasan Pantai Indah Kapuk juga memiliki berbagai titik yang mendukung kegiatan komunitas, wisata, dan gaya hidup. Hal ini membuat pengalaman para finalis terasa lebih lengkap karena mereka bisa menikmati suasana kompetisi sekaligus mengenal destinasi baru di Jakarta.
Bagi penyelenggaraan ajang pelajar, pemilihan kawasan seperti PIK memberi nilai tambah. Pelajar tidak hanya ditempatkan sebagai peserta acara, tetapi juga sebagai generasi muda yang perlu diberi akses pada ruang inspiratif. Daiva menilai pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi finalis setelah kembali ke daerah masing-masing. Dia berharap para peserta dapat membawa semangat positif dari ajang tersebut ke sekolah dan komunitasnya.
"Setiap finalis punya cerita masing-masing. Setelah dari sini, kami ingin membawa pesan bahwa pelajar Indonesia harus berani tampil, punya karakter, dan tetap bangga dengan budaya," ujar Daiva.
Rangkaian Putera Puteri Pelajar Indonesia 2026 di PIK akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda kompetisi. Kegiatan ini memberi ruang bagi finalis untuk tumbuh, berinteraksi, dan melihat Jakarta dari sisi yang lebih kreatif dan terbuka.
