Pengalaman Liburan Sekolah di Desa Penglipuran, Bali. Liburan sekolah menjadi waktu yang ideal untuk menjelajahi tempat-tempat yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memberikan pengalaman budaya yang berbeda. Salah satu destinasi yang sangat menarik untuk dikunjungi adalah Desa Adat Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali. Desa ini dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia dan menjadi contoh bagaimana tradisi, tata ruang, dan lingkungan dapat dijaga secara konsisten oleh masyarakatnya.
Desa Penglipuran menawarkan suasana tenang, bersih, dan tertata rapi. Deretan rumah adat Bali berdiri di sepanjang jalan utama dengan bentuk gerbang yang seragam. Di depan setiap rumah, penjor menghiasi area desa dan menambah kesan khas Bali yang kuat. Selain itu, tidak adanya kendaraan bermotor yang masuk ke kawasan pemukiman membuat suasana desa terasa lebih nyaman bagi wisatawan yang ingin berjalan santai sambil menikmati lingkungan sekitar.
Desa Penglipuran terletak di Jalan Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Lokasinya cukup mudah dijangkau dari berbagai kawasan wisata di Bali, termasuk dari Denpasar maupun Ubud. Kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang ingin melihat sisi Bali yang lebih tradisional, jauh dari hiruk-pikuk pantai dan pusat keramaian. Dengan udara yang sejuk dan lingkungan yang asri, desa ini cocok dikunjungi bersama keluarga saat liburan sekolah.
Salah satu hal yang membuat Desa Penglipuran istimewa adalah tata ruangnya yang masih mengikuti filosofi Tri Hita Karana, yakni konsep keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Penerapan konsep ini terlihat dari pembagian ruang desa ke dalam tiga bagian utama, yaitu Utama Mandala sebagai area suci atau tempat ibadah di bagian utara, Madya Mandala sebagai kawasan permukiman warga di bagian tengah, dan Nista Mandala sebagai area pemakaman di bagian selatan. Penataan ruang seperti ini membuat desa tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang kuat.
Selain tata ruangnya, Desa Penglipuran juga memiliki hutan bambu seluas sekitar 45 hektar yang berada di bagian hulu desa. Hutan ini dijaga kelestariannya oleh warga karena memiliki fungsi penting sebagai area resapan air sekaligus pelindung lingkungan desa. Bagi wisatawan, kawasan hutan bambu ini menjadi salah satu spot menarik untuk berjalan kaki menikmati suasana teduh dan alami. Kehadiran hutan bambu juga memperkuat citra Penglipuran sebagai desa yang menjaga hubungan harmonis dengan alam sekitarnya.
![]() |
| Desa Penglipuran Bali Desa Terbersih di Dunia |
Dari sisi budaya dan keseharian, keunikan Desa Penglipuran terlihat pada bentuk rumah dan gerbangnya yang seragam. Gerbang rumah atau angkul-angkul dibuat dengan desain tradisional yang hampir sama di setiap rumah, menciptakan pemandangan yang tertib dan estetik di sepanjang jalan utama. Keseragaman inilah yang membuat desa tampak sangat khas dan mudah dikenali. Selain itu, wisatawan juga dapat mencicipi minuman tradisional khas desa ini, yaitu loloh cemcem, minuman herbal berbahan daun cemcem dengan rasa asam, manis, asin, dan sedikit pedas.
Secara operasional, Desa Penglipuran buka setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik adalah Rp25.000 bagi dewasa dan Rp15.000 bagi anak-anak, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp50.000 untuk dewasa dan Rp30.000 untuk anak-anak.
Informasi Desa Penglipuran
- Lokasi: Jl. Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali.
- Jam operasional: Setiap hari pukul 08.00 - 17.00 WITA.
- Harga tiket:
- Wisatawan domestik: Rp25.000 (dewasa) dan Rp15.000 (anak-anak).
- Wisatawan mancanegara: Rp50.000 (dewasa) dan Rp30.000 (anak-anak).
Daya Tarik Utama
- Rumah adat Bali yang tertata seragam.
- Suasana desa bebas kendaraan.
- Hutan bambu yang luas.
- Kuliner khas seperti loloh cemcem.
Pengunjung disarankan datang pada pagi atau sore hari agar suasana lebih sejuk dan nyaman untuk berkeliling desa. Dengan lingkungan yang bersih, tata ruang tradisional yang terjaga, serta suasana tenang tanpa kendaraan bermotor, Desa Penglipuran menjadi salah satu destinasi menarik untuk mengisi liburan sekolah di Bali. Bagi pelajar, kunjungan ke desa ini bukan hanya menawarkan pengalaman wisata, tetapi juga kesempatan belajar tentang budaya, kearifan lokal, dan pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

