Seorang anggota pramuka siaga wajib hafal Kode Kehormatan Pramuka dan
diterapkan disetiap kegiatan pramuka, serta dalam kehiduapan sehari-hari. Tujuan
pendidikan pramuka melatih anak-anak siaga membentuk karakter keahlian
khusus yang dimiliki. Selain itu, sebagai kode etik anggota pramuka.
Di Indonesia semua tingkat sekolah melaksanakan kegiatan latihan pramuka masuk
dalam ekstrakurikuler wajib. Karena sistem pembelajaran pramuka learning by doing
(belajar sambil melakukan). Jadi kegiatan pramuka bersifat gembira dan
menyenangkan.
Pada waktu latihan mingguan pramuka siaga di awal, tengah atau akhir
kegiatan biasanya bersama-sama mengucapkan
kode kehormatan pramuka siaga yaitu Diwsatya dan
Dwidarma. Selain itu, pada waktu upacara pembukaan latihan pramuka
Dwidarma dibacakan oleh Bunda/Yahnda (pembina upacara) dan
ditirukan oleh anak-anak agar bertujuan membentuk karakter mulia, disiplin,
bertanggungjawab dan religius sejak dini.
Dwidarma dan Dwisatya pramuka ini mencerminkan janji dan pedoman seorang
pramuka di tingkat sekolah dasar berumur 7 - 10 tahun. kode kehormatan bagi
pramuka siaga disebut kode etik menjadi acuan pedoman dan moral bagi
setiap anggota pramuka.
Lalu kalau anak SD umur diatas 10 tahun apakah masih dianggap anak pramuka
siaga. Sebenarnya sudah masuk golongan Pramuka Penggalang. Jadi,
termasuk pra penggalang karena belum dilantik menjadi anggota pramuka
penggalang yang sah.
"Pelantikan anggota muda dilakukan oleh pembina pramuka di gugus depan
masing-masing dengan mengucapkan dwisatya bagi pramuka siaga atau trisatya
bagi pramuka penggalang, pramuka penegak, dan pramuka pandega." [Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), Pasal 38
Anggota Muda]
Arti dan Penjelasan Dwisatya dan Dwidarma
Bagi Yahnda dan Bunda sebagai pengajar/pembimbing anak-anak pramuka siaga
harus mengerti penjelasan Dwisatya dan Dwidarma, serta bisa memberi contoh
kiasan di dalam kehidupan. Apabila belum tahu bisa baca arti Dwisaya dan
Dwidarma, sebagai berikut:
Arti Dwisatya
Dwisatya artinya dua janji. Penjelasannya yaitu seorang pramuka siaga
dilatih untuk menepati janji dengan sungguh-sungguh agar memiliki sikap
bertanggung jawab. Setiap aktivitas harus selalu didampingi dan diberi
arahan dengan baik apabila anak melanggar janji dan diarahkan yang benar,
serta memberikan contoh kiasannya.
Arti Dwidarma
Dwidarma artinya dua pedoman. Penjelasanya yaitu seorang pramuka siaga
dilatih melakukan sikap dengan perilaku moral sesuai dengan cara berpikir
anak yang masih di dampingi ayah dan ibu. Maka anak akan tumbuh dengan
memiliki sikap yang baik dalam perilaku.
Bunyi Dwisatya dan Dwidarma
Seorang pembina pramuka harus bisa melakukan pengucapan Dwisatya dan
Dwidarma yang benar karena sebagai pedoman, agar terdengar bagus. Pada waktu
pengucapan harus dengan sikap sempurna agar memiliki sikap pemimpin. Berikut
adalah bunyi kode kehormatan pramuka siaga dwisatya dan dwidarma yang benar.
Dwisatya Pramuka.
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mengikuti aturan keluarga,
- Setiap hari berbuat kebaikan.
Dwidarma Pramuka
-
Siaga itu patuh kepada ayah dan ibundanya,
-
Siaga itu berani dan tidak putusasa.
Arti setiap bait Dwidarma
- Siaga itu patuh kepada ayah dan ibundanya,
Artinya : Berbakti kepada orangtua - Siaga itu berani dan tidak putusasa.
Artinya : Menunjukkan keberanian dan keteguhan hati
Baca Penting
Pada waktu pengucapan Dwisatya tanpa menyebutkan angka dan pengucapan Dwidarma menyebutkan dengan angka.
Kesimpulan
Apa bila anak-anak siaga hafal dan menerapkan Dwidatya dan Dwidarma dengan
baik maka akan tubuh memiliki attitude mencerminkan seorang pemimpin.
Selain itu, anak-anak memiliki pemikiran kritis karena sudah bisa mengetahui
sikap baik dan buruk.
